Rabu, 02 Maret 2016

Konsep Geografi

Konsep tentang ilmu geografi sebenarnya telah ada sejak dari jaman dahulu. Seorang bangsa yunani kuno telah lama berusaha untuk dapat mendokumentasikan tentang berbagai macam keterangan yang sangat erat berkaitan dengan ilmu geografi. Seorang geograf pertama kali pada masa itu bernama Thales (640-546 SM). Dia telah lama menyibukkan dirinya dengan banyak berbagai macam penelitian yang dilakukan dan banyak sekali menggali sumber informasi geografi dengan melakukan perjalanan panjang kebanyak tempat.

Perjalanan yang dia lalui membuahkan hasil yang memuaskan hingga pada suatu ketika langkah-langkahnya tentang pencarian ilmu dan riset tentang ilmu goegrafi banyak yang mengikuti dan mereka tumbang hanya sedikit yang namanya tercatat dalam sejarah karna keberhasilannya dalam mengikuti atau jejak langkah seorang thales.

Jejak langkah seorang Thales diikuti oleh geograf yang berasal dari yunani lainnya. Diantaranya adalah seorang Herodotus (485-425 SM) yang telah membuat laporan tentang ilmu geografi sekitar wilayah timur tengah, dan seorang Geograf lainnya yang bernama Phytheas yang telah melakukan pengukuran jarak matahari terhadap pelanet bumi, dan yang paling terkenal yang namanya tercatat dalam sejarah dan yang paling banyak disebut dalam seluruh ilmu geografi adalah Eratosthenes (276-194 SM) seorang ilmuan yang berasal dari yunani dia memperkenalkan tentang pengertian ilmu geografi didalam bukunya yang berjudul “Gheographika” didalam bukunya yang terdiri dari tiga jilid tersebut, dia telah menuliskan tentang gambaran suatu permukaan bumi, sejarah, dan konsep utama tentang ilmu geografi. Erathosthenes telah berpendapat bahwa pelanet bumi memanglah berbentuk bulat. Dia telah dapat melakukan suatu penghitungan tentang keliling bumi yang hanya berselisih kurang dari 1% keliling sebenarnya. Keliling pelanet bumi yang sebenarnya adalah 24.875 mil. Sedangkan hasil dari perhitungan yang dilakukan oleh Eratosthenes adalah 24.650 mil.

Jadi geograf-geograf yunani tersebut adalah pelopor dari geografi dunia. Setelah kurun waktu beberapa abad kemudian munculah konsep dari ilmu geografi yang dikemukakan oleh para ahli geogafi lainnya.

A.     Bernard Valent (1622-1650)
Seorang Bernard Valent atau yang lebih dikenal dengan nama Varenius adalah seorang geograf yang berasal dari jerman. Seutu keanehnya adalah, dia adalah seseorang lulusan ilmu kedokeran dari Universitas Leiden, di belanda. Di dalam bukunya yang berjudul, Geographia Generalis, dia mengatakan dengan jelas bahwa geografi adalah bagian dari campuran ilmu matematika yang membahas tentang kondisi keadaan bumi beserta dengan bagian-bagiannya juga, Varenius membagi ilmu geografi menjadi dua bagian yaitu :

1)     Geografi Umum
Bagian ini membahas tentang karakteristik bumi secara umum dan tidak tergantung oleh keadaan bumi dalam suatu wilaya tertentu. Menurut gagasan verenius ini, geografi umum mencakup tiga bagian, yaitu:
-   Terestrial, yaitu merupakan suatu pengetahuan tentang pelanet bumi secara keseluruhan, baik dari segi bentuk dan juga dari ukurannya.
-   Astronomis, yang secara umum membicarakan tentang hubungan pelanet bumi dengan seluruh bintang-bintang yang merupakan suatu cikal bakal dari ilmu Kosmografi.
-   Komparatif, yang menyajikan tentang deskripsi lengkap mengenai pelanet bumi, letak dan seluruh tempat-tempat dipermukaan pelanet bumi.

2)     Geografi Khusus
Bagian ini secara umum mendeskripsikan tentang suatu dari wilayah tertentu yang menyangkut seluruh wilayah, luas maupun sempit dari suatu wilayah tersebut. Pada bagian ini yang terdiri atas tiga aspek, yaitu:
a)   Atmosferis, yang dengan jelas secara khusus membicarakan tentang keadaan iklim suatu wilayah bumi.
b)  Litosferis, yang secara khusus menelaah keadaan dari permukaan pelanet bumi yang meliputi relief, vegetasi, dan juga fauna dari berbagai macam  negeri.
c)  Manusia, yang secara jelas membicarakan tentang keadaan penduduk suatu wilayah, peniagaan dan juga pemerintahan dari berbagai macam negeri.

B.     Immanuel Kant (1724-1821)
Selain sebagai seorang yang ahli geograf, kant juga merupakan seorang filsuf. Kant sangat tertarik kepada geografi karena menurut kant ilmu tentang geografi itu sangat dekat dengan ilmu filsafat. Semua gagasan yang diungkapkan kant tentang hakikat ilmu geografi, dengan jelas dapat ditemukan dalam bukunya yang berjudul Physische Geographi. Menurut kant, geografi adalah merupakan ilmu yang objek dari studi ilmunya adalah seluruh benda-benda yang ada dibumi, hal-hal atau gejala-gejala yang banyak tersebar dalam suatu wilayah seluruh dipermukaan bumi.

C.     Alexander Van Humbolt (1976-1859)
      Pada awalnya Hambolt merupakan seorang yang ahli botani. Dia sangat tertarik kepada ilmu geografi ketika dia mulai mempelajari tentang batuan-batuan. Dia sangat diakui sebagai peletak dasar dari geografi fisis moderen. Dia menyatakan ilmu geografi sangat identik dengan ilmu atau serupa dengan ilmu geografi fisis. Dia menjelaskan dengan detail  bagaimana kaitannya pelanet bumi dengan matahari dan perilaku pelanet bumi didalam ruang angkasa, segala macam gejala cuaca dan iklim didunia, dan tipe-tipe dipermukaan pelnet bumi dan proses tejadinya, serta hal-hal yang berkaitan juga dengan hidrosfer dan biosfer yang ada dibumi.

D.     Karl Ritter (1779-1859)
Seperti halnya Humbolt, Ritter juga sangat dianggap sebagai peletak dasar mengenai tentang ilmu geografi secara umum. Professor Geografi dari Universitas Berlin jerman ini mengatakan bahwa ilmu geografi adalah merupakan suatu bentuk telaah tentang pelanet bumi sebagai suatu tempat hidup dari umat manusia. Hal-hal ini yang menjadi suatu objek Studi tentang ilmu, geografi adalah semua fenomena yang ada dipermukaan bumi, baik dari segi organik maupundari segi anorganik yang berkaitan erat dengan kehidupan umat manusia.

E.     Friederich Ratzel (1844-1904)
Ratzel adalah seorang guru besar ilmu geografi dari Leipzig. Dia mengemukakan tentang konsep dari ilmu geografi didalam bukunya yang dia beri judul Politische Geographie. Konsep itu dia beri nama Lebensraum yang artinya adalah wilyah geografis sebagai sarana bagi organisme untuk berkembang. Dia dengan jelas melihat suatu negara cenderung sekali meluaskan Lebensraumnya sesuai dengan kekuatan yang dia miliki.

F.     Elsworth Huntington (1876-1947)
Huntington adalah seorang geograf yang berasal dari Negra Amerika Serikat. Melalui bukunya yang berjudul The Pulse of The Earth, dia dengan jelas memaparkan bahwa kelangsungan hidup dan peradaban dari manusia sangatlah dipengaruhi dengan iklim bumi. Atas dasar dari teorinya itulah, Huntington kemudian menjadi terkenal sebagai seorang determinis iklim bumi (memandang iklim sebagai penentu kehidupan). Dia mengatakan dengan jelas, geografi merupakan suatu study ilmu tentang fenomena iklim dipermukaan bumi, beserta penduduk yang menghuni bumi. Dia menjelaskan dengan terang adanya hubungan tibal balik antara gejala-gejala dan sifat-sifat permukaan pelanet bumi dan juga  penduduknya.

G.     Paul Vidal de la Blache (1845-1918)
Vidal adalah seorang geograf yang berasal dari negara perancis. Dia adalah seorang yang merupakan pelopor dari Posibilisme dalam ilmu Geografi. Posibilisme (teori kemungkinan) muncul setelah Vidal melakukan berbagai macam penelitian panjang untuk membuktikan interaksi yang sangat erat antara kehidupan manusia dengan lingkungan sekitarnya pada masarakat agraris pramoderen. Dia menjelaskan dengan gamblang bahwa lingkungan menawarkan sejumlah kemungkinan-kemungkinan (posibilities) kepada seluruh manusia untuk terus hidup dan berkembang biak. Atas dari dasar itulah, Vidal mengemukakan konsepnya yang disebut dengan genre de vie atau mode of live (cara hidup). Dalam konsep ini, ilmu geografi dapat diartikan sebagai suatu ilmu yang mempelajari tentang bagaimana proses produksi yang dilakukan oleh manusia terhadap kemungkinan-kemungkinan yang ditawarkan oleh alam sekitar.

H.     Halford Mackinder (1861-1947)
Mackinder adalah seorang pengajar dari Universitas Oxford. Pendapatnya tentang ilmu geografi sangat terkenal melalui makalahnya yang dia beri judul The Scope and Methods of Geography yang berisi konsep man-land relation (hubungan manusia dengan lahan) dalam ilmu geografi. Dia menyatakan bahwa ilmu geografi adalah suatu ilmu yang fungsi dasar atau fungsi utamanya untuk menyelidiki interaksi manusia dalam kehdupan masyarakat dengan lingkungan sekitar yang berbeda menurut lokasi tempat tinggalnya.

I.     Bintaro
Bintaro adalah seorang guru besar ilmu geografi dari Fakultas Geografi, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Dia mengatakan dengan jelas bahwa geografi pada dasarnya adalah ilmu pengetahuan yang mencitrakan, menerangkan tentang sifat-sifat pelanet bumi, menganalisis tentang gejala-gejala alam dan penduduk, serta mempelajari berbagai macam corak yang khas tentang kehidupan dari unsur-unsur planet bumi.

J.     Daldjoeni
Nama Daldjoeni dikenal karena buku-bukunya yang banyak membahas tentang hal-hal yang berkaitan dengan ilmu geografi. Menurutnya, geografi merupakan suatu ilmu pengetahuan yang mengajarkan manusia untuk mencakup tiga hal pokok, yaitu. Spesial (ruang), ekologi dan region (wilayah). Dalam hal spesial, geografi mempelajari tentang persebaran gajala baik yang alami maupun gejala yang sifatnya manusiawi dimuka bumi. Kemudian dalam hal ekologi, geografi mempelajari tentang bagaimana manusia harus mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Adapun dalam halregion, ilmu geografi mempelajari wilayah sebagai tempat tinggal umat manusia berdasarkan kesatuan fisiografisnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar